Header Ads

Pelajaran Keakhwatan Bab II: Membuat Bunga

Waktu masa transisi dari SMA ke kuliah (secara sadis bisa disebut sebagai: PENGANGGURAN), hal-hal yang disarankan Ibu untuk mengisi waktu luang adalah memasak. Jadilah aku diberi beberapa resep makanan yang masaknya sederhana tapi jarang ada. Itulah bab pertama saat aku mulai belajar tentang keakhwatan.

Maka kali ini, setelah satu setengah tahun tidak pernah belajar keakhwatan lagi, aku dipaksa untuk melangkah memasuki bab kedua, tentang membuat bunga.

Lama kagak ada aksi, kadang hati ini sungguh merindukan yang namanya panas-panas di jalan, nonton orang orasi, ikutan teriak kalo korlap teriak jargon/yel-yel, nyanyi-nyanyi lagu perjuangan di jalan-jalan. Maka dari itu, girang juga waktu Mb Tami bilang KAMDA mau ngadain aksi, walaupun aksi yang dimaksud ternyata "cuma" aksi sebar bunga.

Ahad sore (12/2) ada konsolidasi, tapi berhubung aku punya amanah dakwah (cieee) di Ungaran, Ovi ketiban duren runtuh (ketiban duren kan gak enak, ya?) menggantikanku, setelah dipaksa Mb Tami mengantarnya ke KAMDA. Ndilalah, pas ditanya dari Teknik yang datang siapa, Mb Tami malah menyebutkan nama Ovi, padahal dia gak bermaksud mewakiliku.

Tahu-tahu, malam itu Ovi SMS aku, menceritakan hasil konsolidasi sorenya. Gak puas dengan SMS, dia mengirim chat ke aku saat lagi online (kalo dibilang "saat lagi OL", bukannya offline pun bisa disingkat OL ya? =,=)

Ini nih bunyi chat dari seorang diplomat bernama Ovi Annisa Qurrota A'yun:

gni, kn kammda mau ngadain acara yg tgl 17 maret itu ya. nah serangkaian acara miladnya itu:
1. jambore ukhuwah
2. festival band (yg tgl 17 itu sm ada 7 band katanya yg ikut memeriahkan
3. tabligh akbar
>> itu setagkepku td,,,
goal setting nya: memperkenalkan kammi di mata masyarakat
>tema "Cinta u/ INDONESIA"

nah, itu td cm selingan gt... blm dibahas scr detail...
dan yg unt hari selasa,
pra: buat bunga tiap komsat, nah teknik dpt jatah 100 biji.
trs buat aksi hr selasanya, ntar di dkt tugu muda jm stg 8 kumpul di kammda...
trs diusahakan 10 orang dr teknik... (makanye dijarkom nduk...!!!)

Aksi mah gw gak masalah, meski se"garing" aksi tebar bunga. Lha suruh bikin bunga itu yang repot! Mana Ovi menyanggupi bikin 100 bunga, lagi! Dalam hati aku memaki, "Dasar Ovi, gak memenuhi kredo gerakan KAMMI nih! Kan harusnya dia jadi 'diplomat yang terampil berdialog'. Ini malah bikin susah orang aja!"

Tahukah kau, bagaimana Ovi meledekku habis-habisan selama dua hari dua malam?


eh, sekdep KP sm Kastrat siapa bilang ga hrs bs bikin bunga,
bkn cm ketu* *nn*s* aja... sekdep Kastrat jg tuhhh.... :p
100 bunga dlm 1 hari.... ok lil??? wkwk


Karena jarkom awal dari Mb Tami ada panggilan "Mbak-mbak"-nya, jadi aku cuma jarkom aksi ke akhwat, yang di akhir jarkom ada tambahan info tentang 100 bunga dari Teknik, siapa yang bisa bantuin bikin harap konfirmasi. Ternyata, habis itu Ovi baru bilang, ikhwan juga ikut aksi. Sekitar 10-15 menit sebelum jam malam (jam 21.00) aku SMS lagi ke ikhwan, tapi keterangan tambahan itu udah dihapus duluan.

Esok paginya, aku nitip Ovi beliin segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuat bunga. Awalnya aku usul, warna kertas krep harus ada birunya, tapi kata Ovi, "Emang mawar ada yang biru?"

Hadeeeh... Manut dah, Vi. Seumur-umur gw mencoba bikin bunga, jadinya ancur-ancuran. Bahkan waktu bikin bunga untuk kampanye, sampai ada statement gak jelas yang mensyaratkan Ketua Annisa harus bisa bikin bunga! Berarti aku bebas dong dari amanah Ketua Annisa (yang kuhindari dari dulu), soalnya aku kan gak memenuhi syarat ini. Hehe...

Belanjaan amunisi dari Ovi dibagi dua: sebagian dibawa Mb Kiki ke Ashfaa' untuk dikreasikan oleh penghuni wisma itu, satu lagi tetap di Tsabita, sebagai bahan Ovi untuk mengajariku membuat bunga.

Poin pertama yang diajarkan Ovi adalah membuat tangkai bunga dari sedotan. Caranya, kertas krep dipotong sekitar satu sentimeter (Ovi sih gak pake ukuran, tapi takutnya kalo aku gak ukur, bisa-bisa terlalu kecil atau terlalu besar). Salah satu ujung kertas krep itu ditempeli doubletip untuk direkatkan ke salah satu ujung sedotan. Setelah itu dililit-lilitkan sepanjang sedotan, dan akhirnya ditempelkan ke ujung bawah sedotan dengan doubletip lagi.

Selagi Ovi sudah menghasilkan 5 bunga, aku baru bisa menyelesaikan 1 batang. Kata Bu Guru Ovi, aku bahkan lebih telaten dari dia dalam membuat batang. Habis gimana lagi, kalo gak gitu ntar dibilang gak sesuai... Padahal orang lain kalo bikin juga kayaknya ngasal aja bisa rapi... Huhuhu...

Pending shalat maghrib sebentar. Itu pun masih ada "ancaman" dari Esna, bahwa setelah aku selesai shalat maghrib, semua batang sudah selesai dikerjakan Ovi dan Esna, sehingga aku tinggal suruh bikin bunga. Paraaaah!!!

Setelah shalat maghrib, demi menghindari membuat bunga, aku menawarkan diri membelikan Ovi dan Mb Tami makan malam. Mereka berdua minta dibelikan crispy sayap dan dada di SBC, jadi sambil nunggu kedua crispy selesai dimasak, sekalian aku makan malam di sana. Itung-itung "kabur" dari bikin bunga. Hihi...

Sampai wisma, Ovi masih dengan semangatnya mengajariku bikin bunga. Dari 50 bunga yang diamanahkan kepad Tsabiters, sudah 46 bunga yang diselesaikan Trio Kwek-Kwek yang beranggotakan Ovi, Esna, dan Mb Tami. Well, finally, aku pun belajar membuat kelopak bunga dari kertas krep.

Kata Ovi, ada berbagai versi dalam membuat bunga. Ada versi Ovi yang bunganya mekar, ada versi Ume yang bunganya setengah mekar (setengahnya lagi masih kuncup). Lalu versiku? Versiku amat sangat kuncup, soalnya tuh kertas krep malah jadinya aku lilitkan seperti waktu bikin batang. Gimana coba cara bikin bunga biar bisa agak mekar dikit lah paling gak?

Ovi udah selesai bikin satu bunga, aku masih berkutat dengan kertas krep yang kembali tergelar seperti belum kugunakan sama sekali. Demi mengajariku lagi, Ovi pun membuat satu bunga lagi. Baru aku mencoba dengan sangat hati-hati melaksanakan instruksi Ovi. Beberapa menit kemudian, baru aku berhasil membuat satu bunga.

Disorakin Ovi dan Esna, aku disuruh bikin 2 bunga lagi, kali ini ditinggal Ovi sama sekali. Masya Allah... entah berapa lama yang kubutuhkan, akhirnya dua bunga itu jadilah. Jadi total ada 51 bunga kreasi Tsabiters. 1 kreasiku ditinggal di Tsabita keesokan harinya tanpa diikutsertakan sebagai barisan bunga untuk dibagikan, kata Ovi tuh bunga mau dimuseumkan. Haha... ada-ada aja.

Semalaman suntuk, Ovi meledekku, "Annisa Siskom harus ada proker 'Membuat Bunga Kertas', nih, jadi Lila bisa belajar bikin bunga."

Hmm... Kalo udah gitu, berarti aku tetep gak akan jadi KetAn (kosa kata Ovi untuk menyingkat istilah KETua ANnisa) kan, Vi? :p

No comments

Powered by Blogger.