Header Ads

SMS


“Ya Allah, semoga UN tahun ini angkatan 2009/2010 LULUS semua, kecuali dia yang tidak mengirimkan doa pelajar se-Indonesia ini kepada 10 teman yang mengikuti UN.”

Menjelang dilaksanakannya Ujian Nasional alias UN (terlepas dari apakah pemerintah akan mengikuti keputusan MA untuk membatalkan UN), banyak sekali SMS semacam SMS di atas dikirimkan. Semua intinya kita harus mengirimkan SMS yang kita terima itu kepada teman-teman lain, kalau tidak, kita tidak akan lulus UN.

Padahal, lulus tidaknya kita dalam UN nanti “hanya” bergantung pada usaha kita dengan belajar tekun (bukan usaha mencari bocoran soal) dan doa. Sangat sombong jika kita hanya belajar saja tanpa memedulikan kekuatan doa, sebab sekeras apa pun kita berusaha, kalau Allah tidak menghendaki, tentu kita tidak akan lulus UN. Sebab Allah berfirman, “Dan berdoalah kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mukmin [40] : 60).

Tapi kita juga tidak boleh hanya mengandalkan doa tanpa usaha. Kata Allah, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’d [13] :11)

Dan keberhasilan kita dalam UN nanti, SAMA SEKALI tidak ditentukan oleh SMS-SMS doa yang kita kirim. Sebab itu sungguh di luar bagian dari usaha. Maksudku, apakah jika ada seseorang yang sudah belajar mati-matian dan berdoa siang malamjuga tawakkal, kemudian gara-gara dia nggak mengirimkan SMS itu, dia jadi nggak lulus? Bagaimana nasib mereka yang tidak punya pulsa? Atau bahkan mereka yang nggak punya HP?

Dan bila kita memercayai SMS itu, pastilah ada indikasi bahwa kita sudah condong ke arah syirik. Kita lebih yakin untuk mengirim SMS itu daripada percaya kepada Allah, yang akan menentukan lulus tidaknya kita.

Kalaupun mau SMS seperti itu kepada teman-teman, silakan saja. Tapi jangan menjadikan suatu kewajiban untuk meneruskan kepada teman-teman yang lain.

Wallahu a'lam.

No comments

Powered by Blogger.