Header Ads

Setiap yang Berjiwa Pasti Akan Mati


Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun.

Tadi siang, aku dan teman-teman takziyah ke rumah teman kami, Saefudin Achada. Ayahnya meninggal kemarin sore. Semoga Allah menerima amal ibadah beliau. Aamiin.

Mendengar berita itu, cukup kaget juga. Berita itu datang mendadak, seperti juga kematian itu sendiri. Begitu mendadak, tak ada yang megetahui kapan dan di mana selain Allah SWT.

Aku pun merenung. Selama di SMA ini, sudah berapa banyak berita duka atas meninggalnya kerabat warga sekolahku? Lebih dari 5, mungkin malah mencapai 10. Sungguh, kematian begitu dekat dengan kita.

Lalu saat menunggu Achada pulang dari pemakaman, kembali aku merenung. Ya Allah, apa yang terjadi seandainya aku yang berada di posisinya? Seandainya saat ini adalah orang tuaku yang meninggal. Allah, aku belum siap kehilangan mereka...

Kullu nafsin dzaa-iqatul maut.
Setiap yang berjiwa pasti akan mati.

Aku tak ragu akan ayat tersebut. Tapi aku belum siap menghadapi maut. Jadi, dengan peristwa maut yang begitu dekat dab tiba-tiba, segerala menyiapkan dirimu, Lil. Bukankah kematian adaa sebuah pertemuan dengan Kekasih-mu?

Ya Allah, hidupkan kami dengan ma'rifat-Mu, matikan kami dalam syahid di jalan-Mu. Aamiin...

No comments

Powered by Blogger.