Header Ads

Kampanye PKS

Waktu masih kecil dulu, aku pernah diajak nonton kampanye sebuah partai, di lapangan depan rumahku. Partai apa, aku juga gak terlalu mudeng. Seingatku, aku diangkat bapakku ke pundak beliau, nonton orasi beberapa saat doang, habis itu capek, trus pulang.

Kemarin, untuk kedua kalinya, aku ikut kampanye. Kampanya PKS, di Tri Lomba Juang. Aku dan Hanif diajak murobbiyah kami, dan kami pun antusias menerima ajakan tersebut. Penyusup nih, ceritanya. Tapi itu hanya "berlaku" buat Hanif, soalnya dia masih 16 tahun. Aku termasuk penyusup nggak, ya? Soalnya, walaupun usiaku sudah 17 tahun lebih beberapa hari, aku masih belum boleh milih!

Tapi, aku bukan lagi anak di bawah umur, kan? So, ngikut boleh, dong... Apalagi, aku tahu kalau jurkamnya Pak HNW. Waktu Pak HNW lewat di dekat kami setelah dari panggung, dengan dikelilingi Pandu Keadilan, Hanif berbisik, "Lagian, siapa juga yang mau menyentuhnya..."

"Ya iya lah, orang lewatnya di tempat akhwat..." balasku. Kami berdua tertawa.

Setelah Pak HNW, dilanjutkan dengan konser Gigi. Begitu mendengar hentakan pertama dari band itu, aku dan Hanif langsung sakit kepala, sakit telinga, dan jantungnya berdebar terlalu keras.

Pada kampanye tersebut, aku dan Hanif memperhatikan satu hal...
Kalau partai lain kampanye, lapangan penuh saat artis tampil, dan massa bubar ketika jurkam maju.
Dalam kampanye PKS, lapangan penuh saat jurkam berorasi, dan tak sedikit yang meninggalkan lapangan saat GIGI maju.

Hanif pun berbisik, "Kan kita emang Partai Keren Sekali..."

No comments

Powered by Blogger.