Header Ads

Obituari: Seusia Wafatnya Rasulullah

Maafkan, tahun lalu aku tidak sempat menulis untuk Bapak. Waktu itu aku sedang terbaring di ranjang rumah sakit pasca kecelakaan. Sebenarnya aku menyiapkan sebuah hadiah untuk Bapak, tapi qadarullah belum mengizinkannya.

Tapi tahun ini, aku punya hadiah buat Bapak. Hadiah yang insyaallah bisa menerangi Bapak di alam barzah. Semoga Allah menerima "hadiah"-ku yang satu ini dan menyampaikan kabar gembira ini pada Bapak.

Tanpa hadiah ini pun, aku selalu berharap Bapak selalu tenang dalam masa penantian menuju alam akhirat. Kelebihan Bapak yang paling aku kagumi adalah kuatnya tauhid Bapak. Aku hampir-hampir tidak bisa menggambarkannya.

Bahkan dari Bapak kecil, Bapak sudah menolak konsep sesajen, padahal waktu itu ilmu tauhid belum menyentuh masyarakat lingkungan tempat Bapak tinggal. Bapak juga sudah mulai belajar shalat, walau bukan dari keluarga.

Kalaulah orang lain perlu logika untuk mempercayai kebenaran Islam, Bapak sudah menerimanya tanpa pertanyaan. Bahkan kalau ada yang mempertanyakan ketauhidan, Bapak tidak menyukainya. Keimanan Bapak lahir dari hati, bukan pikiran. Aku membayangkannya seperti Abu Bakar, ketika Rasulullah menyampaikan kabar tentang Isra' Mi'raj. Ketika orang lain meragukannya, Abu Bakar percaya seketika itu juga tanpa pertanyaan.

Satu ketika, beberapa lama setelah Bapak tiada, aku membaca testimoni seorang murid Bapak di media sosial. Katanya, sebagai guru, Bapak sering menyelipkan poin-poin tentang tauhid saat mengajar. Aku bisa membayangkannya. Aku pernah lihat sendiri, ketika Bapak mengajar, Bapak memulai kelasnya dengan Alfatihah dalam bahasa Inggris. Kalau menerjemahkan lagu Pelangi, Bapak menerjemahkan lirik "Pelangi, pelangi... ciptaan Tuhan," menjadi, "Oh rainbow, oh rainbow... created by Allah."

Bagi Bapak, tauhid sudah jelas. Barulah masalah fikih, aku dan Bapak sering berdiskusi akan kekayaan berbagai pendapat. Yah, walaupun ujung-ujungnya kembali ke, "Tanya Ustadz, ya."

Tahun ini, Bapak seharusnya mencapai usia yang sama dengan Rasulullah tatkala beliau wafat. Semoga Allah kumpulkan Bapak bersama Rasulullah di taman surga kelak. 

No comments

Powered by Blogger.